Tuesday, November 3, 2009

H Naim


Bagi para bikers khususnya yang lagi sakit akibat keseleo or jatuh dari sepeda atau jatuh dari mana saja dan keseleo, kita recomoded suatu tempat yang bisa menyembukannya yaitu H naim. Haji Na’im adalah tempat yang cukup terkenal untuk mitigasi penyakit yang berhubungan dengan tulang, sendi dan otot. Berdasarkan cerita orang-orang, Haji Na’im sendiri sudah meninggal dan saat ini adalah anak-anaknya yang melanjutkan praktek pengobatan. Apakah anak-anaknya sehebat ayahnya dalam mengobati? Mudah-mudahan jurnal ini bisa bantu sedikit bagi orang-orang yang akan berobat ke sana.


Pertama kita harus mencari tahu dulu lokasi praktek Haji Na’im ini. Kebanyakan sopir taxi di daerah TB Simatupang, Fatmawati, Cilandak dan sekitarnya tahu tempat prakteknya. Paling gampang dan cepat adalah dari arah Fatmawati atau Citos. Dengan posisi Citos di sebelah kiri, terus ikuti jalan dan belok kiri ke arah Prapanca. Tidak seberapa jauh dari belokan tadi, ada jalan kecil ke kiri setelah bengkel. Jalan ini menuju ke arah komplek MPR. Setelah masuk ke jalan kecil ini ada jalan ke kanan, namanya Jalan MPR III Dalam. Ikuti saja jalan ini sampai ada belok ke kanan sedikit. Di belokan ini ada beberapa mobil dan motor parkir, ada mobil Ambulance juga. Kita bisa lihat juga beberapa pasien ramai menunggu giliran diobati. Rumah prakteknya biasa saja, tidak seperti klinik atau praktek dokter.

Kedua kita harus bersabar mengantri. Yup, orang-orang yang akan datang ke sini sudah maklum akan mengantri lama. Begitu masuk, lepas sepatu/sendal dan mengambil nomor urut pengobatan. Saya waktu itu dapat nomer urut 36, sementara yang diobati nomer 21. Terbayang bagaimana menunggu 15 orang diobati dulu sambil menahan sakit karena dislokasi ;) ? Di ruang tunggu kita bisa sedikit terhibur atau malah menjadi ketakutan. Terhibur karena melihat pasien yang sakit ringan yang diurut sambil menahan sakit dan geli-geli khas ketika kita diurut, para pegawai dan pengurut pun kerap bercanda kepada orang-orang yang mereka urut. Menjadi lebih ketakutan melihat pasien parah yang berteriak sekencang-kencangnya karena menahan sakit yang luar biasa. Ya beginilah rasanya, kalau mau datang silakan siapkan mental dan fisik.

Ketiga pada saat diurut. Ketika nomor urut kita dipanggil, segera serahkan kartu nomor urut ke pemanggil dan langsung duduk ke salah satu pengurut, anak-anaknya Pak Haji Na’im. Saat itu ada dua orang anaknya. Diberikan sedikit minyak urut pada lengan kanan saya dan diurut sebentar untuk melemaskan sendi. Kemudian tangan saya diangkat ke atas dan seketika itu juga saya langsung sembuh. Wow, lebih lama mengantri daripada mengobatinya, hanya sekitar lima menit saya duduk sudah langsung beres.

Yang terakhir adalah pembayaran. Setelah selesai diurut, keluarkan uang dan berikan sembari bersalaman dengan bapak yang mengurut kita. Lebih sopan lagi kalau memakai amplop. Tidak ada patokan harga di sini karena mereka memang meminta seikhlasnya.

Jika Anda membawa mobil, agak susah cari tempat parkir kecuali kalau mau menyempil di pinggir-pinggir jalan. Kalau Anda naik taxi, Anda harus keluar lagi ke jalan besar seperti ke Prapanca untuk mencari taxi pulang. Anda yang membawa motor tidak masalah karena parkir motor banyak di sana.

0 comments:

Post a Comment

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template PingooIgloo by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP