Friday, August 17, 2012

Sepeda MTB murah

Sepeda MTB murah untuk class low End, saat ini cukup bervariasi mulai dari merek terkenal khususnya merek local sampai yang tidak terkenal. Sepeda MTB tidak selalu identik dengan Mahal, banyak juga Sepeda MTB murah yang beredar di pasaran.

Tips Memilih Sepeda MTB Murah

Bagi Pemula yang perlu di perhatikan adalah “kantong uang” dengan kebutuhannya. Karena murah itu relatif. Yang perlu dipertimbangkan adalah kita akan bermain dimana ?. Sepeda MTB murah seperti Polygon Premier dan sepeda united dominate atau masih dibawahnya untuk masih cukup mumpuni kalau kita mainnya seperti di trek Jalur Jati Asih atau jalur kampong-kampung. Dan untuk BTW juga cukup lumayan lah….

Read more...

Sunday, August 15, 2010

Sepeda Tercepat di Dunia!

Sseorang atlet balap sepeda mungkin bisa mengayuh sepeda balapnya mencapai 60-70km/h. Namun berkat ilmu pengetahuan dan dukungan teknologi mutakhir rupanya seorang manusia bisa menggenjot sepeda dengan kecepatan maksimal sebesar 82.819 mph atau 133,28 km/h dalam jarak 200 meter pada jalan datar!! Bahkan sepeda motor gue ngk bisa menyamai kecepatannya. Top speed speedometer saja hanya 120 km/h

Sepeda tersebut diproduksi oleh perusahaan asal Kanada bernama Varna Innovation & Research Corporation. Sepeda tercepat itu dikendarai oleh Sam Whittingham dan di desain oleh Georgi Georgiev. kok kayak nama orang Sunda yah? Big Grin. Ternyata perusahaan ini sudah menjadi langganan pemecah rekor sepeda tercepat hampir setiap tahun dan setiap kategori. Penentuan pemecahan rekor diambil di Battle Mountain, Nevada, USA pada tahun 2009.

Rekor 82.819 mph atau 133,28 km/h dicetak pada kategori 200m men flying start yaitu pembalap laki-laki yang menempuh jarak 200 meter dengan start sudah dalam keadaan berjalan dengan kecepatan tertentu dan ketika menyentuh titik start maka pembalap baru diijinkan memacu sepedanya semaksimal mungkin(flying start). Jika anda suka menonton balap mobil Nascar atau A1 GP ya mirip-mirip begitu. Rekor tersebut juga telah diakui oleh VIATeC Victoria Canada.

Sepeda ini berbentuk recumbent bicycle yang cara mengendarainya dengan berbaring, kaki selonjor menggenjot pedal dan tangan berada pada handlebar yang sejajar dengan dada atau leher pengemudi. Mirip seperti mengemudi mobil F1.

Karena dibutuhkan aerodinamika yang baik maka sepeda tersebut ditutup dengan fairing berbahan ringan dan berbentuk pipih seperti badan ikan bahkan roda juga tertutup hanya meyisakan 1/4 bagian saja yang terlihat. Walaupun demikian, pengendara tetap bisa meilhat track karena terdapat bahan yang juga ringan namun bening sehingga layaknya kokpit jet tempur.








Read more...

Friday, July 30, 2010

Bersepeda di negeri Sakura



Menarik sekali menikmati sepanjang trotoar negeri ini. Disamping lebar dan nyaman bagi pejalan kaki karena tak perlu was-was klakson mobil, juga leluasa bagi pengendara sepeda 'onthel'. Yup,,seperti yang banyak kita ketahui bersama bahwa transportasi favorit di negeri nobita ini adalah sepeda pancal untuk jarak pendek.

Karena selain lebih murah juga menyehatkan, itu menurut warga di sini (kecuali kami karena belum mampu beli sepeda..hiks,tak apalah, ga lama juga kan tinggal disini). Beberapa teman juga mengakui hal tersebut, lebih hemat dan tentu saja lebih cepat sampai tujuan daripada berjalan kaki..hehe.

Untuk memiliki sepeda pancal tidak sembarangan beli terus pakai begitu saja. Layaknya sepeda motor, sepeda juga harus memiliki tanda kepemilikan (peneng, sama seperti saat masa dulu kita punya sepeda ya). Ya,jika masa berlakunya habis, maka harus segera diperpanjang jika anda tidak mau sepeda anda terangkut oleh 'satpol PP'... hihi.

Ada seorang teman yang menerima 'warisan' sepeda dari rekannya karena rekannya tersebut harus pindah tempat tinggal di kota lain dan tidak mungkin membawa sepedanya. Si teman saya itu harus membalikkan nama atas kepemilikan sepeda dari pemilik lamanya, jika tidak maka akan dianggap 'nguthil'. Satu hal lagi, bersepeda di sini tidak digunakan untuk boncengan (khusus orang dewasa), jadi satu orang satu sepeda. Kecuali ibu-ibu yang punya balita/anak kecil baru boleh mbonceng.. (waduh,makin banyak dong populasi sepeda).

Yang unik lagi,sering sekali saya melihat sepeda di parkir begitu saja di depan rumah atau di pinggir jalan (tentu saja dikunci dong). Saya sempat bertanya (dalam hati saja -,-), apa mereka tidak takut dibawa lari maling? Tahu sendiri kan maling pinter ngakali gembok. Tetapi secara umum, menggeletakkan barang di pinggir jalan tak akan disentuh oleh orang karena mereka tahu itu bukan milik mereka.

Seorang teman pernah membiarkan begitu saja sepedanya di pinggir jalan (tentu saja dikunci) saat hendak berangkat kuliah, karena kondisi hujan ia memilih jalan kaki dan berpayung menuju stasiun karena kalau berpayung saat naik sepeda tentu saja ribet. Pulangnya, dia kembali 'menghampiri' sang sepeda dan apa yang terjadi?? ternyata...baik-baik saja tak kurang satu apapun..

Itu satu contoh,kejujuran masih disandang mayoritas penduduk negeri ini. Meski 'tak bertuhan' dari sisi spiritualitasnya, tetapi nilai-nilai sosial toleransi,kejujuran,tanggung jawab cukup dijunjung tinggi. Hal ini yang membuat saya terkagum akan akhlak mereka,dan saya optimis saudara-saudara saya di kampung tak kalah luar biasa akhlaknya dibanding orang sipit ini.

Contoh lainnya,ketika seorang teman pernah kehilangan dompet,perkiraannya saat di kereta. Entah hilang karena jatuh atau ada yang nyopet. 'Copet? gak salah'... Lho,jangan dikira negara maju gak ada copet, wong gelandangan aja ada... Oke lanjut..

"Menurut informasi dari beberapa orang yang pernah kehilangan juga, jika anda dengan tidak sengaja meninggalkan barang anda di tempat umum jangan kuatir, barang anda pasti akan kembali dengan utuh, khususnya dompet. Karena dompet anda tak ada uangnya toh?! ^_^
Dan jika memang ada uangnya, bersiaplah! karena uang anda akan berkurang sekitar 5% an... (lho,ada ongkirnya ya)"

Hehe,,kembali ke teman yang dompetnya raib sementara tadi. Dia sudah melapor ke petugas di stasiun dan ditunggulah beberapa hari. Memang benar, petugas memberitahu bahwa dompetnya berhasil diketemukan utuh tak ada yang rusak dan mohon segera diambil.
Kelengkapan-kelengkapan yang lain juga utuh: alien card, kartu asuransi, atm, dll masih utuh, kecuali uangnya memang berkurang sekitar 5% an... Waah, begitu ya... ya wis lah daripada hilang semua,itung-itung ungkapan terima kasih-lah karena sudah menemukan dompetnya...hihi..

Dan ternyata, banyak juga teman-teman yang pernah mengalami kasus yang sama. Sebagian besar,proses kembalinya juga seperti itu, jika ada uangnya berkurang 5% tapi kalau tidak ada uangnya ya tetap kembali kok dompetnya,berarti orang yang menemukan dompet itu sedang tidak beruntung.. ada-ada saja...
Kasihan juga, si teman yang satu lagi, dompetnya belum ketemu sampai sekarang, mungkin jatuh di sungai, tidak ada orang yang menemukan...semoga lekas ketemu ya..

Seru juga mengalami hal-hal yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Read more...

Thursday, July 15, 2010

Bersepeda bugil..

ada berbagai macam cara berdemontrasi. ada yang berdemontrasi cara damai, membawa sapi dan ada juga yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan.

nah yang satu ini unjuk rasanya cukup unik yaitu naik sepeda tanpa pakaian alias bugil.. yang tua maupun yang muda.. (wah coba di sini unjuk rasa banyak yg nonton tuch..)

mereka berunjuk rasa dalam rangka "bahwa negara jangan terlalu tergantung dengan minyak", khususnya dalam berkendaraan. makanya kenapa pakai sepeda sambil telanjang. kenapa ga naik sapi sambil telanjang...?

tapi jalannya unjuk rasa cukup damai.. ma'lum lah di luar sana, ga ada malunya serta ga ada aturan kali yach.., yang melarang unjuk rasa harus pakai pakaian atau menutup aurat..

kalau sudah pada telanjang begitu.. habis unjuk rasa enak nya ngapain tuch yach..

let's cekidot...










banyak cara untuk menunjukan expresi dalam







Read more...

Wednesday, June 30, 2010

Sepeda yang Unique

hhhhmmm ada lagi nich sepeda yang unik banget..
tapi gowes nya juga harus hati-hati. cocoknya buat jalur santai..















Read more...

Tuesday, June 15, 2010

sepeda memacu adrenalin

ada-ada aja, cara orang bersepeda





















Read more...

Sunday, May 30, 2010

Sepeda Dengan Mesin Jet

Orang gila ini bernama Bob Maddox, mengunakan mesin jet ganda dipasangkan pada sepeda. Terserah mau dibilang motor atau sepeda, bentuknya tetap mirip sepeda. Hanya mesinnya saja yang berbeda antara dengkul dengan mesin jet.

Sepeda Bob Maddox mampu mencapai kecepatan 73 mil perjam, kira kira diatas 100 Km perjam. Tahun lalu ide gilanya sudah jalan, tetapi baru mengunakan 1 mesin jet saja. Dia tidak puas dengan kecepatan yang hanya mencapai 50 Mil perjam. Sekarang diapsang 2 mesin jet.

Sepeda si Bob mengunakan teknologi mesin jet Pulse yang dikembangkan di Swedia. Pada perang dunia pertama, Jerman pernah mengunakan rocket V-1 yang mirip sistem kerja Jet Pulse tersebut. Sistemnya sederhana, mengunakan campuran udara dan bahan bakar. Kapan si Bob Maddox mulai tergila gila dengan sepedanya, ternyata cukup lama dan lebih dari 8 tahun lalu mulai bongkar pasang.


hhmmm klo ke Rindu Alam mah ga perlu bawa mobil kale...
apalagi ngehe1 dan ngehe2.. kecil banget tuch..



















Read more...

Saturday, May 15, 2010

Pengendara Sepeda Extreme

banyak cara untuk menemukan memompa adrenalin dalam bersepeda. ada yg bersepeda di jalur extreem, bersepeda di pegunung yang banyak tebing dan curam, bersepeda malam hari di tengah hutan dan lain-lain

tapi kalau yang ini memonpa adrenalin atau emang dan tuntutan hidup....? hingga di anggap " ah.. itu mah sudah biasa... emang kerjaan gw sehari2.."



















Read more...

Thursday, May 6, 2010

Transformer Kereta Dorong menjadi Sepeda

karya innovative buat para ibu kalau mau ajak jalan-jalan anaknya, kereta dorong bayi bisa berubah menjadi sepeda.. tapi berapa harga nya yach...?

mungkin kalau yang ini memang sayang keluarga banget. cause kalau gowes selalu sama anak..

























Read more...

Friday, December 18, 2009

Specialized Demo 8




Sam Hill Juara Dunia UCI WordlCup MTB Kategori Downhill 2009, berhasil meraih point tertinggi dari 8 seri yang telah berlangsung. Samuel Hill rider dari Australia yang tergabung dalam Team Monster Energy / Specialized / Mad Catz meraih total 1469 point, unggul dari 2 pembalap Santa Cruz Syndicate yaitu Steve Peat dan Greg Minnaar.

Melalui dua rider andalan Monster Energy Specialized Sam Hill dan Brendan FairClough berhasil meraih hasil bagus ditiap seri Worldcup Downhill. Sam Hill berada dipuncak Classification dan Brendan FairClough berada diperingkat ke 8.
am Hill dan Brendan mempercayakan tunggangannya pada Specialized DEMO 8, seperti apakah Frame Demo 8 yang mampu mengantarkan Hill menjadi yang terbaik.

Specialized Freeride Downhill Frame DEMO mempunyai dua macam ukuran travel, yaitu 8″ yang dikenal dengan DEMO 8 dan 7 ” yang dikenal dengan DEMO 7.

Kedua jenis Frame tersebut digunakan Sam dan Brendan dalam setiap seri Worldcup yang mereka ikuti. Untuk medan donwhill yang curam Sam mempercayakan pada travel 8

Frame Demo 8 tersebut terus mengalami penyempurnaan bentuk Geometri, para engginer Specialized mendapat masukan dari kedua rider andalan mereka.

Berikut Informasi Fitur terbaru Frame Specialized Demo 8
Fitur DEMO 8 :

- Menggunakan FOX DHX RC4 untuk suspensi belakang, rear shock tersebut memberikan kenyamanan yang lebih ketika ridiing, mampu disesuaikan level keras dan empuknya daya shocking suspensi tersebut.
- Tangguh dan gesit, menggunakan FSR M5 alloy frame, panjang travel 8″ dari roda depan hingga belakang. Headtube
didesain ulang dengan ukuran lebih besar, memberikan handling yang maksimal ketika sangat berat.

Spesifikasi :
- FRAME : Demo 8 FSR M5 manipulated alloy, 8″ travel, Magnesium link, asymetrical rear triangle, ISCG mount, 1.5″ forged HT, cartridge bearing rear shock mount, rear derailleur protector.
- REAR SHOCK : Specialized DHX RC4 coil 8.75×2.75″ for Demo 8, rebound adj., High and low speed compression adj. and bottom out control, S:450, M:500, L:550
- HEADSET : 1.5″ 7050 alloy integrated for 1-1/8″ steerer
- SEATPOST : Thomson straight w/ 12 degree clamp, 367mm
- SEAT BINDER :7050 hard annodized alloy collar w/ QR, 34.9mm clamp ID, black

by zona sepeda

Read more...

Bersepeda Menjadi Kian Gaya



Jalanan macet, bahkan trotoar penuh pesepeda motor. Namun, Yudhistira Ahmad (17) tidak ambil pusing. Sepedanya ia lipat, sehingga bisa dijinjing. Dan, dengan mudah kemacetan ditinggalkannya.

Gaya betul dia. Ya, sepeda lipat (folding bike) yang dipakai Ahmad adalah revolusi terbesar pada desain sepeda. Desain kini menjadi keunggulan alat transportasi kayuh ini, mengalahkan sepeda motor, bahkan mobil sekalipun.

Sepeda yang kita kenal dewasa ini memiliki desain yang beragam. Tidak lagi sekadar roda dan besi. "Desain sepeda sangat evolutif, terus berkembang pesat dari waktu ke waktu," tutur Dudy Wiyancoko, pemerhati desain sepeda dari Institut Teknologi Bandung.

Bahkan, sepeda dewasa ini telah menjelma sebagai alat penunjang gaya hidup kaum urban. Ini terjadi karena setiap jenis sepeda yang didesain juga mengangkat nilai identitas diri.
Sepeda kini didesain untuk siapa dan gaya hidup apa. "Misalnya, sepeda gunung untuk orang yang menjunjung tinggi maskulinitas, berbeda dengan pesepeda lipat yang menyukai
kepraktisan," ucap Ketua Kelompok Keahlian Manusia dan Produk Industri ITB ini.

Untuk merangsang kreativitas desain sepeda, pabrikan sepeda Polygon bekerjasama dengan ITB kerap melakukan lomba desain sepeda. Yang terakhir adalah Polygon International Bike Design Competition 2008 yang digelar tahun lalu. Dalam perhelatan ini dihasilkan banyak desain yang sarat unsur kontemporer dan identitas diri.

Troika, karya P. Megawati dari Bandung sebagai contoh, didesain khusus bagi para maniak belanja, karena sepedanya memiliki kotak belanja di belakang. Ada pula desain sepeda yang bisa mengangkut sound system, laptop, bahkan tempat selancar!

Pada Polygon Bike Design Competition 2007, terobosan baru desain sepeda, yaitu Amoebike, diperkenalkan. Desain karya mahasiswa ITB, Ryan Satya, ini memadukan sekaligus fungsi sepeda dan otoped. Hak paten atas desain ini dibeli oleh Polygon dan diproduksi dalam skala prototipe.

Memang, untuk diproduksi massal belum bisa dilakukan karena desain-desain ini bagi masyarakat sekarang mungkin masih dalam tahap imajinasi. "Tetapi, ya begitulah desain, kadang jauh melampaui bayangan masyarakat," ujar Dudy.
Sepeda di masa sekarang telah dikomodifikasi sebagai media interaksi sosial dan memberikan gengsi. Di Indonesia sepeda menjadi produk gaya hidup, alat fesyen, juga media sosial. Komunitas-komunitas terbangun dari kebiasaan baru bersepeda, ungkap penggemar olahraga sepeda santai ini.

Bahan pesawat terbang

Bagaimana tidak memberi gengsi jika harga sepeda tipe high end saat ini bisa menyamai harga sebuah mobil. Sebagai contoh, sepeda jalanan tipe Helios 900 Polygon harganya bisa mencapai Rp 61,6 juta.

"Bahannya terbuat dari karbon. Rebutan dengan industri pesawat terbang jadinya," tutur R. Rianto, Marketing Toko Makmur Sentosa, salah satu dealer Polygon di Bandung.
Sepeda berangka karbon ini selain kuat, juga ringan. Berat total rangkanya hanya 1,5 kilogram. Tidak lebih berat dari ban sebuah sepeda motor. "Dalam keadaan normal, bahan macam ini kuat jika terjadi benturan keras," tuturnya.

Ia mengatakan, pangsa pasar sepeda high end di tokonya mencapai 15-20 persen. Konsumennya kebanyakan pehobi atau para eksekutif. "Kebanyakan mereka sebelumnya sudah memiliki sepeda yang lainnya," ucapnya.

Tidak diragukan lagi, sepeda dewasa ini telah menjadi simbol dari gaya hidup kaum urban. Bukan lagi sekedar alat transportasi roda doa yang kuno...(Yulvianus Harjono - Kompas)

Read more...

Wednesday, December 2, 2009

Bersepeda…? Atau pergi dengan keluarga…?




Pertanyaan yang sering kita dengar atau yang pernah kita rasakan, Ketika kita sudah mulai menekuni hobby bersepeda. Semuanya tergantung cara kita dan keluarga menyikapi hobby bersepeda kita ini. Apakah itu sebuah hobi yang tidak bisa di ganggu atau sekedar hobby..?

Beberapa tips menyiasati antara memilih bersepeda dan waktu untuk keluarga, khususnya untuk para pria yg sudah bekeluarga.

1. pendekatan persuasif

bagi yang punya istri yang agak protectif dan mau tahu banyak urusan suami, nah pinter2 dech “ngerayunya” supaya bisa mengupgrade sepedanya serta mengatur jadwal bersepeda. Karena ga semua istri suka suaminya bersepeda lama2 (khususnya yg jaraknya jauh dari rumah dan memakan waktu seharian)

tapi ada juga sich yang punya istri tidak terlalu ketat terhadap jadual bersepeda suaminya. Yang penting kalau mau “sesuatu” ada.
Kalau masalah ngerayu isteri, setiap orang pasti beda-beda cara melakoninya. Tinggal pilih mana yang cocok bagi anda.

2. komunikasi dgn keluarga

- pokoke.. kalau hari sabtu aku harus bersepeda. Titik..
- papah.. nanti hari sabtu ajak aku berenang yach....
- tono... nanti perginya sama mamah yach.. papah mau nge downhill dulu
- papah ini gimana sich..! hari sabtu kita kan sudah janjian mau arisan di kelurahan.. (kelurahan ngadain arisan juga toch...)

Sekelumit gambaran keluarga yang saling membutuhkan. Kalau sudah begini harus di komunikasi dulu, apakah memang harus bersepeda atau pergi dengan keluarga. Kita bisa lihat dari urgensinya kebutuhan tersebut, apakah bisa diganti di hari minggu atau hari lain. Jangan kita pergi bersepeda dalam keadaan marah sama keluarga (istri atau anak), bisa ga tenang. Bersepeda juga jadi ga enak.

Kalau orang rumah ga ikhlas, biasanya ada saja kejadian yg kita tidak inginkan waktu di track.. ban bocor, hub nya patah, pinggul keram, jatuh dll. So.. disinilah Egoisme kita di uji. Anda yang memilih..

3. konsisten dgn janji dan waktu

setelah waktu bersepeda kita telah kita gunakan, sekarang waktunya kita gunakan untuk keluarga. Sebisa mungkin waktu yang tersisa sehabis sepeda (mungkin sore sudah ada dirumah), bisa kita gunakan untuk keluarga.

Contohnya makan-makan di luar rumah, pergi ke arena permainan dll. Walaupun kondisi badan kita masih capai (tapi jangan dipaksakan...) dgn begitu hobby bersepeda kita dapat berjalan langgeng. Tak ada kekisruhan politik dalam keluarga. Ternyata suamiku adalah lelaki perkasa.’kata isteri. ’walaupun kondisinya cape dia tetap melayani keluarga’. Kalau begini urusannya bisa lancar bro..

4. jangan menjadikan hobby segalanya buat kita.

Ada yang ngotot dan sampai lupa diri dan lupa keluarga kalau sudah main sama ”hobby” nya. mungkin ada yg hobby bersepedanya maniak banget. Ga bisa di ganggu gugat. Kalau sudah waktunya bersepeda tiba2 ada kebutuhan mendadak (urusan kantor, keluarga, tetangga dl) tidak dapat di cancel. Pokoke bersepeda harus jalan terus.. pantang mundur. Kapanpun pokoknya siap bersepeda. Pagi, siang dan malam sepeda sudah standby.

Bro.. hidup ini bukan hanya untuk bersepeda. Bersepeda sebagai salah SATU solusi untuk berolahraga dan sosialisasi, masih banyak solusi lain yang tidak harus dipaksakan dan membuang waktu kita bersama keluarga.

Read more...

Saturday, November 21, 2009

Mengayuh Kebugaran



Selasa, 20 Oktober 2009

TEMPO Interaktif, Napas Reka terdengar mendengus kala ia mengayuh sepedanya menuju kampusnya di Depok. Mahasiswi FISIP Universitas Indonesia ini hampir telat masuk kuliah. Dia tergopoh menempuh jarak hampir 2 kilometer dari tempat kosnya di dekat Stasiun Pondok Cina.

Baginya, bersepeda adalah alat transportasi yang praktis dan sehat. "Hemat kantong juga," katanya. Rata-rata perempuan berusia 21 tahun ini cuma perlu waktu 15 menit untuk sampai ke kampus.

Tapi ada yang kurang dari upaya sehat Reka. Memang ia tak pernah lupa pelindung kepala dan kacamata saat bersepeda. Namun, ia jarang melakukan pemanasan atau peregangan sebelumnya. Hal ini sering membuat ahli kesehatan olahraga, Dr Hario Tilarso, SpKO, prihatin. Padahal melakukan olahraga apa pun tanpa pemanasan dan peregangan bisa berakibat fatal.

Dalam bersepeda, lakukan pemanasan, khususnya otot tubuh bagian bawah seperti pinggul, betis, dan otot paha. Lalu kayuh sepeda secara perlahan minimal di 10 menit awal. "Lakukan pendinginan juga setelah bersepeda," kata Hario saat Konferensi Fitness dan Kesehatan di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Bersepeda, menurut Hario, sangat baik buat meningkatkan kebugaran. Bersepeda minimal satu jam sehari, maka sebanyak 500 kalori bisa diuapkan lewat keringat. "Paling tidak dengan kecepatan 20 kilometer per jam seseorang bisa membakar gula dalam darah," ia menambahkan.

Bersepeda memang sedang tren di beberapa kota besar di Indonesia. Di website Bike To Work (B2W), tercatat sekitar 10 ribu orang jadi anggotanya. Jika terus digalakkan, pengguna sepeda di Nusantara bisa seperti di Jepang, Inggris, dan Belanda, yang memiliki jalur sepeda sendiri.

Menurut Hario, bersepeda berguna melatih otot jantung menjadi kuat. Semakin kuat jantung, semakin seseorang tidak cepat lelah.

Jantung yang kuat adalah yang memiliki denyut nadi rendah. Sekali kontraksi, daya pompanya bisa mengedarkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Jadi asupan oksigen di otak tercukupi dan badan terasa fit seharian. "Denyut nadi normalnya 60 kali per menit. Kalau atlet sepeda bisa 30 kali per menit," ujarnya.

Jantung yang lancar menyuplai oksigen ke otot membuat kadar kolesterol dan tekanan darah menurun ke titik sehat. Selain itu, Hario melihat, melintasi jalur-jalur hijau nan sejuk dan berpemandangan menarik dengan sepeda adalah salah satu cara relaksasi sehingga meningkatkan hormon endorfin yang mencairkan emosi dari rasa penat seusai bekerja.

Namun, untuk mendapat manfaat bersepeda, pengendara perlu mengetahui juga cara sehatnya. Misalnya, usahakan jangan bersepeda dengan memakai celana span atau celana ketat karena bisa membuat buah testis tertekan dan tidak bisa bernapas dengan nyaman. Hal ini, kata Hario, bisa mengganggu sistem reproduksi.

Pakailah kelengkapan keamanan bersepeda sebagaimana mestinya, seperti helm, masker, kacamata, dan sarung tangan. Kemudian, dia menyarankan untuk menyetel sadel sepeda pada posisi terendah dulu dan posisikan lutut agak menekuk, jangan terlalu lurus. "Yang penting telapak harus menempel penuh di pedal," ujarnya.

Jika pinggul masih miring ke kanan dan kiri saat mengayuh, artinya posisi sadel masih belum sesuai. Ketidaksesuaian itu akan membuat otot punggung mengalami cedera. Ukur agar tinggi setang dan sadel sejajar, jangan terlalu membungkuk ke depan atau ke belakang. Sadel yang tinggi bisa membuat saluran kencing di dekat anus tergesek. Kemungkinan terburuknya bisa menyebabkan kencing berdarah.

Dalam jangka panjang pengendara sepeda bakal memiliki badan fit dan tidak mudah lemas. Mereka terhindar dari dampak buruk seperti orang yang jarang bergerak atau hipokinesia, misalnya hipertensi, diabetes melitus, gangguan kardiovaskular, ataupun obesitas.


SEHAT DALAM BERSEPEDA

1. Lakukan pemanasan sebelum bersepeda
2. Gerakkan otot tungkai, paha, dan pinggang selama beberapa menit
3. Kayuh sepeda secara perlahan, jangan langsung cepat
4. Sesuaikan gear sepeda dengan medan jalan
5. Putaran kaki di batas 70-80 rotasi per menit
6. Kurangi kecepatan secara perlahan sebelum berhenti, jangan mendadak
7. Lakukan peregangan kembali

HERU TRIYONO

tempointeraktif.com

Read more...

Shimano Saint HIdraulik




Model Number: BL-M810
Series: SAINT
Brake Compatibility: Hydraulic Disc Brake
Hydraulic Fluid: Shimano mineral oil
Brake Hose Type: SM-BH80-SB
Brake Lever Size: 1.5-finger
Brake Lever Material: aluminum
Brake Lever Finish: anodized
Bracket Material: aluminum
Bracket Finish: painted
SERVO WAVE Action Power Adjuster: yes
Reach Adjuster: tool-free reach adjustment
Average Weight: 266g (pair)

Shimano Saint Rear Brake 203mmModel Number: BR-M810
Series: SAINT
Brake Type: Hydraulic Disc Brake
Compatible Brake Lever: BL-M810
Brake Pad Types: D02S Metallic
Hydraulic Fluid: Shimano mineral oil
Brake Hose Type: SM-BH80-SB
Caliper Mount Type: IS Post-type
Caliper Material: aluminum
Caliper Finish: painted
Piston Type: Opposed 4-piston
Average Weight: 162g

For 2009, Shimano claims to have brought the weight down, increased modulation and increased power for the 203mm Saint hydraulic brakes. While they are lighter and more powerful, the modulation on these huge stoppers is terrible. I was having difficulty controlling them on the trail with a distinct on/off feeling. As you move through the lever’s stroke, you get nothing…nothing…ON! The ON is full lockup as you try to control the front end from sliding out. All of that power is great out of a dh/fr marketed brake, but if it is not controlled…it is dangerous and a huge annoyance on the trail. I found that these brakes really got in the way on loose sections and slow tech obstacles. Feathering the brakes just wasn’t an option for slow speed maneuvers.

I tried everything to try to get these brakes to modulate better but the free stroke adjustment felt like it did nothing. I even had a couple other riders throw a leg over the bike just to make sure that I wasn’t insane, and every one of them almost went over the bars because of how grabby these brakes are. Compared to my Hope V2 Moto’s, these brakes have a long way to go in the modulation department, and modulation on hydraulic braking systems is where all of your control comes from.

To make matters worse, I could not get the front brake to shut up. It would howl loudly under braking and while it was making noise…braking was even more inconsistent. After numerous adjusting attempts and checking rotor alignment…I still couldn’t get it to stop.

The levers, on the other hand, felt great if you could ignore the lockup. The reach adjustment is extremely easy to use and the lever allows for true one finger braking. I would like to see Shimano adapt a 2 bolt mounting system over the current 1 bolt they are using now. 2 bolt mounted systems are easier to work with for maintenance and parts swapping.

Read more...

Shimano Saint Crank



Model Number: FC-M810-1
Series: SAINT
Crank Construction: HOLLOWTECH II
Cassette Compatibility: 9-speed
Chain Compatibility: Super Narrow HG for 9-speed
4-Arm Chainrings: yes
Chainring Sizes: 34/36/38/40/42T
Bolt Circle Diameter: 104mm
Crank Arm Length: 165/170/175mm
Crank Arms: forged aluminum / hollow type
Middle Chainring: aluminum
Chainring Bolts & Nuts: aluminum (bolt), steel (nut)
Chain Guard: Bash Guard
Chaincase Compatible: no
Bottom Bracket: SM-BB80 included
Chain Line: 50.4mm
BB Shell Width: 68/73mm
Average Weight: 1059g including BB (36T) (170mm)

The Shimano Saint crankset was vastly improved over previous models. With a weight savings and claimed stiffness increase of 200%, the Shimano Saint crankset feels great on the trail. Ideally, I do not want to even notice that my crankset is there while riding. The more I do not feel flex, hear creaking or have any other issues…the better, and the Shimano Saint crankset performed incredibly well at speed and under big hits.

I was stoked that Shimano kept their “older style” XT mounting system for the Saint cranks. As you can see by the picture of the left crank arm in the gallery below, they kept the 2 bolt with finger tight outer nut as the mechanism in which the cranks bolt to the bottom bracket. This system is easy to install and trouble free, unlike the new system developed for XTR. The longer they keep this mounting…the better.

The updated graphics and overall look of the Saint crankset is a welcomed change. They are probably the sexiest set of cranks that I have run in awhile and luckily all of those looks do not sacrifice performance. Overall, Shimano hit a home run with the new Saint crankset. They performed on the trail and are lighter and look better for 2009.

Read more...

Teknik Dasar Gowes Uphill n Teknik Jatuh...



Dari judulnya mungkin rada aneh tapi sering dialami oleh para goweser, baik senior apalagi nubie seperti saya yakni cara gowes yang baik (meskipun saya juga masih ngulik), maupun teknik jatuh supaya menghindari cedera yang lebih parah (mudah-mudahan ga pernah terjadi)

1. Teknik dasar gowes (Khususnya untuk uphill)
Dari hasil pengalaman saya gowes dan sedikit memadukan antara sedikit pengetahuan tentang mendaki gunung, teknik gowes Uphill (Nanjak) hampir mirip untuk memaksimalkan kekuatan otot kaki dibarengi dengan pengaturan nafas. Karena hubungannya sangat erat antara kedua hal tersebut.

- Pertama teknik kaki pada saat gowes yaitu menggunakan teknik Lock Knee, yakni teknik dimana pada saat dengkul mendorong pedal ke arah bumi agak sedikit terkunci atau sampai pada posisi lurus antara tungkai kaki dan paha, teknik ini memang sedikit menghambat kecepatan tetapi menghidaran kelelahan yang terlalu dini. Makanya kenapa pada saat up hill posisi seatpost di sarankan untuk tinggi maksimal panjang kaki.

- Kemudian utuk teknik pernafasan, dimana untuk penggowesan kaki kanan dan kiri sebisa mungkin diiringi dengan satu tarikan nafas yang teratur. Contoh: pada saat kaki kanan menginjak pedal nafas kita ditarik sebaliknya kaki kiri menginjak pedal nafas kita buang, begitu seterusnya. Ini akan mengatur irama nafas kita seritme dengan jantung kita (kalo medisnya minta koreksi, bisi salah euy)

2. Teknik Jatuh
Untuk hal yang satu ini mungkin (ini baru mungkin) semua goweser udah pernah mengalaminya dan bisa dibilang lazim untuk pengendara sepeda apalagi yang beraliran agak-agak extereme. Biasanya sih terjadi pada saat down hill, ataou pada saat commuter-an juga bisa terjadi.

Taknik jatuh yang baik yakni :
- Jangan pernah lebih sayang keselamatan sepedah ketimbang keselamatan badan kita. Pada saat insting kita sudah merasakan bahwa kita akan jatuh, lebih baik kita melihat posisi jatuh kita yang paling aman setidaknya posisi badan kita pada saat jatuh (kalo sempet ini juga, jangan protes dulu sob...)

- Jangan sekali kali ingin menahan jatuh dengan tangan, berikan aja/pasrahkan badan kita yang menahan badan kita jatuh ke tanah/aspal dengan posisi kedua tangan ditekuk untuk melindungi kepala kita dari benturan.

- Rapatkan kedua kaki (bila sepedah sudah terlepas) dan agak sedikit ditekuk ke depan untukmendapatkan efek rebound pada dengkul bila terkena benturan di telapak kaki, badan sedikit bungkuk ke depan.

- Terakhir...tetap waspada dan sebaiknya gunakan knee & bow guard, helm yang mumpuni disesuaikan dengan aliran kita masing2.

Demikian sharing saya tentang dasar gowes nanjak dan jatuh. Saya juga minta sharing dari pengalaman para senior dan rekan yang lain.
Oleh aipf

Read more...

Lawan Rematik dengan Bersepeda



Rematik adalah penyakit sendi yang menyiksa dengan nyerinya yang luar biasa dan membuat penderitanya tidak leluasa bergerak. Tapi kini penderita bisa melawan penyakit tersebut dengan bersepeda.

Seorang reumatologis penyakit anak-anak Dr Chris Scott sempat mengalami rematik beberapa tahun lalu yang membuatnya tidak mampu bekerja atau melakukan aktivitas selama 8 bulan dan hanya berada di rumah saja.

Setelah tidak menunjukkan respons terhadap pengobatan konvensional, dirinya memilih kembali bekerja dan melakukan kebugaran fisik dengan bersepeda yang merupakan bagian dari program rehabilitasi. Dan ternyata, Scott mendapatkan perubahan yang cukup signifikan bagi kesehatannya.

Program bersepeda untuk melawan rematik ini sudah terselenggara sejak tahun 2007, bertepatan dengan acara tahunan European League against Rheumatism Conference (EULAR). Dalam acara ini pasien dan perawat bekerja sama sehingga orang berbadan sehat dapat membantu pasien dengan menggunakan sepeda gandeng atau diubah menjadi sepeda berbaring yang disebut dengan "pinot".

"Olahraga bersepeda sangat baik bagi penderita penyakit rematik, karena tidak menimbulkan dampak stres pada sendi," ujar Scott, seperti dikutip dari Health24, Rabu (28/10/2009).

Selain itu, Scott juga menambahkan bahwa bersepeda bisa meningkatkan dan mempertahankan mobilitas atau pergerakan dari sendi. Bersepeda juga merupakan salah satu olahraga sosial, dimana pasien tetap bisa berinteraksi dengan orang lain.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan melakukan olahraga bersepeda adalah mau tidak mau orang tersebut akan keluar rumah, sehingga bisa menghirup udara segar dan terkena sinar matahari yang merupakan salah satu terapi yang baik dalam melawan osteoporosis. Sinar matahari pagi mengandung vitamin D untuk penguatan tulang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita rematik tidak selalu harus berbaring saja tanpa melakukan aktivitas apapun, terbukti dengan bersepeda tidak akan memperparah keadaan. Justru bisa jadi membangkitkan semangat pasien untuk melawan penyakit tersebut.

Read more...

New Marin Bikes QUAD DH

Booth#124

* 250mm Travel
* Quad Link Suspension Featuring Instantaneous Pivot Center
* New Low Profile Linkage Design
* Stepped 1.125-1.5? Headtube
* Modular Dropouts






Read more...

The Ellsworth Ride




Leonardo Da Vinci thought of the NuVinci hub in 1490, a new type of transmission we called CVT (continuously variable planetary transmission) designed for bikes and small vehicles. The system uses a set of rotating spheres to vary the speed ratio much smoother than the standard chain and gear system.

Hub Breakout 01

Mountain biking company Ellsworth plans to release the world's first CVT bike this year. "The Ride" as it's called is made of ultra lightweight aluminum, has dual adjusting handle bars and a unique open frame design for stability.

They're taking pre-orders now for 2 different models ($2995 - $3995). Their web site is a bit broken tho so Safari users beware. However, I would be more than willing to do a trade; new web site for a new Ride.

Read more...

bersepeda di malam hari?



Banyak yang bilang kalau bersepeda malam hari atau istilahnya buat anak Bikers adalah “ Night Ride” itu bisa kena penyakit paru-paru basah yang di sebabkan keringat yang keluar dari tubuh kena angin malam yang lembab, apalagi kalau pakai kaos oblong saja. Benar ga sich….?
Tapi ada juga yang bilang, itu mah tergantung factor umur dan kekuatan fisik. Kalaupun sudah tua tapi kondisi fisik masih kuat (mungkin dulunya sering macul di sawah….) tetap ok tuch. Dan sebaliknya walaupun umurnya muda tapi kondisi fisik tidak fit (sering begadang, sering sakit-sakitan) pasti keok tuch.

Kalau bersepeda siang hari, keringatnya akan cepat menguap karena kena panas. Sedangkan kalau malam hari keringat tidak cepat kering karena suhu yang lembab. Kalau kondisi tidak fit suhu badan akan menurun dratis dan menggigil. Nah bisa jadi infeksi di paru-paru disebabkan karena daya tahan tubuh menurun.

Hal yang perlu di perhatikan dalam bersepeda pada malam hari :

  1. lebih waspada dengan daerah sekitar Anda, terutama depan, apalagi kalau sepedanya mahal. Fokus/konsentrasi.
  2. ampu depan (yang terang), lampu belakang, + plus reflektor(optional), make ur existence more visible to the other rider.
  3. Pakaian jika di negara tropikal, satu kaos, 1 wind/water proof/resistant vest, jacket kalau kondisi parah seperti dingin, hujan angin/lebat, dll.
  4. ini tergantung Anda jika seorang morning/night person, aturlah penggunaan energi Anda, jangan terlalu kebawa dengan ego.
  5. jangan lupa bawa perlengkapan sepeda (ban dalam, pompa sepeda, batu baterei dll) karena kalau terjadi hal yang tak di inginkan, setidaknya ada perlengkapan yang dibawa.
  6. kalau sendiri, bawa MP3 atau dengarin music biar ga suntuk. Atau kalau ada yang panggil dari belakang di daerah yang sepi kita ga shock atau kaget.
  7. Good Luck.

Read more...

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template PingooIgloo by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP